Tahun baru 2017 sudah
saatnya speak up. NU, Muhammadiyyah, JT, Kristen, Hindu,
Buddha, Konghucu dan seluruh lapisan serta kelompok masyarakat yang berkomitmen
ingin hidup damai dalam kemajemukkan : Mari rapatkan barisan demi NKRI
tercinta. Merangkul semua sebagaimana para pejuang terdahulu, mari kita
kembalikan sopan santun dan kasih sayang dalam beragama serta bermasyarakat yg
sudah kita bangun dari sejak dulu, bukan dengan cara memukul, memaksakan
kehendak, dan menebar kebencian. Karena sejatinya hidayah adalah milik - Nya
dan manusia tidak ada hak sedikitpun untuk memaksakan hidayah kepada sesama
manusia. Tidak ada agama apapun dimuka bumi ini yang mengajarkan serta
memerintahkan untuk menyakiti sesama umat manusia. Apalagi sampai membom sana -
sini.
Fokuslah pada persamaan yang ada. Jangan terperdaya dengan perbedaan, karena perbedaan adalah sebuah rahmat dari Tuhan. Fokus pada titik dimana kita harus bersama - sama bersatu untuk menjaga NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan Pancasila agar tetap terus tegak. Ingat! kita disini berjuang bukan untuk membela agama, suku, maupun kelompok tertentu. Kita berjuang atas dasar kemanusiaan, berjuang untuk melawan orang - orang yang ingin merebut hak - hak, keadilan dan rasa persaudaraan yang kita miliki.
Ingat! kita disini berjuang bukan untuk membela agama, suku, maupun kelompok tertentu. Kita berjuang atas dasar kemanusiaan, berjuang untuk melawan orang - orang yang ingin merebut hak - hak, keadilan dan rasa persaudaraan yang kita miliki.
"Bersama NU, Netizen Lawan Radikalisme"
"Bersama NU, Netizen Lawan Radikalisme", mari kita jadikan tahun 2017 sebagai tahun perlawanan orang-orang baik yang tadinya diam, karena media sosial adalah medan pertempuran dan DIAM SUDAH BUKAN PILIHAN.
Maka dari itu NU mengajak seluruh Netizen menangkal segala bentuk faham yang ingin merenggut kemerdekaan serta kedamaian di NKRI tercinta ini dengan langkah - langkah sebagai berikut :
1. TABAYYUN AND SHARE, SHARE, SHARE! Setelah kita melakukan tabayyun mendalam dan meyakini bahwa suatu postingan itu benar adanya sesuai dengan fakta maka jangan ragu lagi untuk langsung klik tombol share sebisa mungkin pada setiap berita positif, tulisan kritis, meme, dll yang bertujuan untuk mengklarifikasi kebenaran, menyatukan, mendamaikan, dan menebar indahnya keberagaman. Pegang prinsip "syarat kezaliman untuk menang adalah orang baik diam". Jadi, saat anda ragu menshare, maka radikalisme dan terorisme akan menang.
2. UNFRIEND/BLOCK. Salah satu alasan orang baik ragu menshare status positif adalah karena ingin menghindari cekcok dengan kawan. Orang yang memusuhi anda atas status positif anda, artinya ia BUKAN kawan anda. Jangan ragu unfriend / block bila anda tidak suka berdebat.
3. TURN BACK HOAX. Kenapa Indonesia darurat HOAX? karena penyebar HOAX sadar akan filosofi "kebohongan bila dilakukan secara massif, lama-lama akan dianggap kebenaran". HOAX yang dishare puluhan ribu bisa mempengaruhi orang. Lawan ini dengan SHARE klarifikasi HOAX sebanyak-banyaknya
4. RAMAIKAN TAGAR TWITTER. Bagi pemilik akun twitter, NU mengajak para Twits untuk bantu mencuitkan TAGAR (Hashtag) #happyNUyear karena tagar twitter sering terbukti mampu menggerakkan media, jadi headline berita media.
Maka dari itu NU mengajak seluruh Netizen menangkal segala bentuk faham yang ingin merenggut kemerdekaan serta kedamaian di NKRI tercinta ini dengan langkah - langkah sebagai berikut :
1. TABAYYUN AND SHARE, SHARE, SHARE! Setelah kita melakukan tabayyun mendalam dan meyakini bahwa suatu postingan itu benar adanya sesuai dengan fakta maka jangan ragu lagi untuk langsung klik tombol share sebisa mungkin pada setiap berita positif, tulisan kritis, meme, dll yang bertujuan untuk mengklarifikasi kebenaran, menyatukan, mendamaikan, dan menebar indahnya keberagaman. Pegang prinsip "syarat kezaliman untuk menang adalah orang baik diam". Jadi, saat anda ragu menshare, maka radikalisme dan terorisme akan menang.
2. UNFRIEND/BLOCK. Salah satu alasan orang baik ragu menshare status positif adalah karena ingin menghindari cekcok dengan kawan. Orang yang memusuhi anda atas status positif anda, artinya ia BUKAN kawan anda. Jangan ragu unfriend / block bila anda tidak suka berdebat.
3. TURN BACK HOAX. Kenapa Indonesia darurat HOAX? karena penyebar HOAX sadar akan filosofi "kebohongan bila dilakukan secara massif, lama-lama akan dianggap kebenaran". HOAX yang dishare puluhan ribu bisa mempengaruhi orang. Lawan ini dengan SHARE klarifikasi HOAX sebanyak-banyaknya
4. RAMAIKAN TAGAR TWITTER. Bagi pemilik akun twitter, NU mengajak para Twits untuk bantu mencuitkan TAGAR (Hashtag) #happyNUyear karena tagar twitter sering terbukti mampu menggerakkan media, jadi headline berita media.
5. COPAS & LEMPAR. Saat anda membaca tulisan bagus dari pegiat medsos seperti Denny Siregar, Kang Hasan, Prof. Sumanto, dll yang berisikan konten positif untuk kebaikan umat. Kali ini tak cukup hanya kasih jempol & klik share saja. COPY PASTE juga lalu lempar di grup WA. Broadcast WA / BBM yang terbukti bisa mempengaruhi massa
6. BIKIN GRUP CHAT. Bersama kawan-kawan sepemikiran, bikin grup chat WA / BBM, lalu pantau topik yang sedang viral / trending di media sosial. Gerakkan kawan-kawan untuk laporkan massal status intoleran di facebook, twitter, IG, dll. Tanya kawan yang mengerti cara melaporkan
7. JANGAN DIAM. Media sosial terbukti punya pengaruh mengerikan bila disalah gunakan untuk tujuan-tujuan tidak baik. Diam anda bisa dibayar mahal oleh bangsa. Maka jangan diam. Lakukan sesuatu! Share, Copas tulisan, broadcast di grup WA/BBM, laporkan massal.
INGAT... kenapa postingan HOAX dan hasutan SARA sering dishare sampai ribuan? karena kelompok radikal dan teroris paham akan filosofi "kebohongan bila dilakukan secara massif, lama-lama akan dianggap kebenaran".
Ingatlah kasus Equil dan Sari Roti adalah BUKTI suksesnya penerapan filosofi ini. Orang dibuat percaya air mineral Equil adalah "miras". Massa pun mampu digerakkan untuk boikot Sari Roti.
Kini waktunya untuk orang baik MELAWAN. Bersama NU, Netizen lawan radikalisme dan terorisme di media sosial. Anda, saya, kita semua warga dunia maya facebook, twitter, IG, dst.
Kalau bukan kita siapa lagi?
Kalau tidak sekarang kapan lagi?
Bersama NU, Netizen Lawan HOAX!
Karena HOAX adalah Radikalisme
Karena HOAX adalah Terorisme
( Muslim Nahdliyin )
#SayNoToTerrorism
#SayNoToRadikalism
#SayNoToTerrorism
#SayNoToRadikalism
#HappyNUyear
Dikutip dan diedit dari tulisanya facebook/Permadi Arya :
https://www.facebook.com/ustadabujanda/photos/a.1604936419749911.1073741825.1604935879749965/1846079772302240/?type=3
Dikutip dan diedit dari tulisanya facebook/Permadi Arya :
https://www.facebook.com/ustadabujanda/photos/a.1604936419749911.1073741825.1604935879749965/1846079772302240/?type=3





tes
ReplyDeleteOyeyyy....Sukses selalu Blogger NU
ReplyDeletewkwkwkwkwkwk
Delete