Agar anak terhindar dari sikap hedonis dan materialistis

Hidup bahagia tidak terletak pada banyaknya harta maupun materi yang kita punya. Karena sesungguhnya esensi dari rasa bahagia adalah hidup dalam penuh kesyukuran. Syukur terhadap apapun yang diberikan Tuhan kepada kita. Mengingat begitu pentingnya ajaran hidup ini dipelajari oleh anak - anak agar nantinya mereka saat dewasa tidak terjebak dalam perilaku hedonis dan juga materialistis, Memandang segala kebahagiaan bersumber pada harta dan materi, Naudzubillah..

Berikut beberapa nilai untuk ditanamkan kepada anak agar tidak terjebak dalam kehidupan hedonis dan materialistis serta selalu menghiasi hidupnya dengan rasa syukur :

1. Dekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa
Ajaran agama akan menuntun seseorang ke jalan yang terang. Karena itu didiklah anak supaya bisa mendekatkan diri Kepada Tuhan agar tidak mudah tergoda oleh iming - iming kenikmatan sesaat dunia. Bagi yang muslim, bisa ajak anak - anak sedini mungkin untuk sering pergi shalat berjamaah di mesjid ataupun di mushalla terdekat. Tak masalah jikalau awal - awalnya mereka senang bercanda disana, nanti lama kelamaan mereka akan terbiasa dan menjadikan shalat berjamaah sebagai kebiasaan layaknya makan. Hal ini dilakukan agar setiap sendi kehidupanya selalu dalam lindungan dan lingkungan yang dijaga oleh Tuhan.

2. Hidup Sederhana
Kesederhanaan adalah awal kebahagiaan. Karena itu, sejak anak - anak berilah pengertian bahwa hidup sederhana bukan berarti selalu kekurangan, melainkan sebuah cara hidup yang bertujuan untuk menjauhkan diri dari sikap dan serakah. Dengan cara hidup sederhana, anak - anak juga dilatih untuk bisa peka terhadap lingkungan sekitarnya yang tidak seberuntung dia. Biasakan anak untuk memakai produk - produk yang tidak mahal namun tetap masih bisa difungsikan dengan baik. Ataupun makanan yang murah dan sehat, ya intinya selalu memilih sesuatu yang sederhana dan tidak terlalu berlebih - lebihan dalam membelanjakan sesuatunya.

3. Bekerja Keras
Anak - anak perlu memahami bahwa untuk bisa bertahan hidup, mereka harus mau bekerja keras. Jangan hanya menyalahkan keadaan ( re : pemerintah misal). Karena kalau bukan kita sendiri yang merubah nasib kita, siapa lagi ? Bekerja adalah sebuah kewajiban karena ketika mereka sudah berumah tangga nanti bekerja juga menjadi bentuk ibadah.

4. Tidak Konsumtif
Memang budaya "belanja" bagi orang Indonesia adalah budaya yang sulit untuk dikurangi apalagi dihilangkan. Namun jikalau ada niat maka hal itu kemungkinan bisa terjadi. Didik lah anak - anak untuk mampu memanfaatkan uang dengan bijaksana. Arahkan mereka untuk tidak bersikap konsumtif dan menghambur - hamburkan uangnya untuk membeli kebutuhan yang tidak perlu.

5. Jangan selalu menuruti keinginanya
Ajarilah anak untuk mengontrol kemauanya. Jika anda tidak melakukan hal demikian, artinya anda telah mengajarkan anak menjadi dewasa dengan membawa sifat - sifat egois dan manja.

6. Berhati - Hati Dalam Memilih Teman
Ajari dan arahkan lah anak anda untuk memilah dan memilih teman yang bagus untuk dirinya. Namun jangan lupa juga harus dibarengi dengan ajaran untuk menghargai setiap manusia. Agar anak anda tidak menjadi orang yang memiliki teman dan musuh sama banyaknya. Anak - anak harus tahu bahwa pengaruh paling banyak untuk hidupnya berasal dari teman.

7. Harta Benda Bukanlah Segalanya
Anak - anak perlu mengerti bahwa harta di dunia ini bukanlah segalanya. Bahwa kebahagiaan sejati hanya datang dari nurani yang merasa tentram, bersyukur dan keluarga yang bahagia.

8. Tidak Mudah Merasa Iri Pada Orang Lain
Ajari anak anda untuk memiliki sikap seperti ini. Karena itu, bila suatu saaat mereka menginginkan sesuatu yang orang lain miliki, anjurkan kepada mereka untuk berusaha dengan keras untuk memilikinya. Bisa dengan menabung ataupun bekerja.

9. Selalu Bersyukur
Daaan ini dia poin pentingnya. Terkadang kesulitan hidup didapat karena kurangnya rasa syukur kita terhadap pemberian Allah SWT. Selalu ada rasa kurang dihati karena apa yang kita inginkan tidak tercapai. Hal ini lah yang membuat kenapa kebahagiaan tak kunjung datang pada kita. Kita terlalu fokus kepada apa yang kita tidak miliki sehingga lupa kepada apa yang sudah ada pada diri kita. Dengan bersyukur kita juga bisa mengontrol emosi kita  seperti rendah hati, husnudzon dan pastinya kita bakal mampu tersenyum setiap hari karena apapun yang kita terima itu selalu kita syukuri dengan hati yang riang gembira. Nah ajarilah anak - anak anda untuk selalu bersyukur bagaimanapun keadaanya. Niscaya kelak anak anda akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh serta hidup dalam kebahagiaan.

Referensi : Berbagai sumber di internet.

No comments:

Post a Comment