Sedikit cerita tentang pahlawan yang berjejer hehe

Entah saya yg kurang update atau baru aja update nya. Tapi jujur senang rasanya melihat di sepanjang sisi jalan A. Yani berjejer foto yg lumayan besar para pahlawan Indonesia. Secara langsung mengisyaratkan bahwa kota tercinta Banjarmasin sangat menghormati jasa jasa para pahlawanya dengan mengajak masyarakat untuk mengetahui dan mengingat lagi para pahlawan yg berjuang untuk tanah air mereka.
Tentu hal ini sangat bermanfaat sekali terlebih juga untuk anak - anak. Kalau melewati jalan ini, anak - anak bisa sambil di edukasi dengan mengenalkan para pahlawan negara mereka. Hal ini akan berakibat juga pada menguatnya rasa persatuan dan kesatuan untuk menjaga NKRI tercinta. Ahh terimakasih banyak pak / bu, semoga yg seperti ini bisa di perbanyak lagi hehe.

Ohiya sekedar saran kalau bisa dibikin permanen aja pak / bu biar gak gampang rusak dan bisa bertahan lama. Karena kalau tidak salah tadi kerangka nya hanya menggunakan kayu hehe ntapppss

Keputusan dan sebuah aspirasi untuk negeri tercinta

Ijinkan saya sedikit menyampaikan aspirasi saya mengenai demo yang akan digelar tepat sehabis shalat jum'at pada hari ini.

Banyak postingan di media sosial maupun pertanyaan secara langsung yang menyatakan demikian "apa sikap anda ? ikut demo atau tidak ?" "Mendukung atau tidak ?"

Maka saya tegaskan, saya memilih ditengah - tengah antara keduanya.
Mengapa demikian ? saya mengakui dengan segenap hati bahwa diri saya adalah lemah. Saya terlalu takut mengambil keputusan.

Pertama, Jika saya memilih mendukung Bp. Basuki, saya takut jikalau pihak yang berdemo lah yang benar. Saya takut Bp. Basuki memang berada didalam zona yang salah sehingga jika saya membela Bp. Basuki maka saya termasuk dzalim terhadap agama dan negara saya.

Kedua, Jika saya memilih mendukung pihak yang berdemo, saya takut jikalau pihak Bp. Basuki lah yang benar. Saya takut jikalau hal ini hanyalah ulah dari para koruptor, penyuap, penghasut dan penghianat negara sajalah yang bertujuan untuk menjatuhkan Bp. Basuki karena sepak terjang beliau memang telah mengancam eksistensi mereka. Jikalau saya berbuat demikian, maka saya telah berbuat dzalim juga terhadap agama dan negara saya karena membiarkan kejahatan dan kemungkaran hidup dan berkembang.

Untuk itu biarlah rasa ketakutan ini saya simpan sendiri. Biar semuanya saya serahkan kepada sang Maha Pemilik Kekuatan. Biarkan saya berada ditengah - tengah, mendo'akan yang terbaik untuk para pendemo dan juga mendoakan yang terbaik untuk Bp. Basuki.

Najmi Fuady

Jumat, 04 November 2016