Tanggal :
Rabu, 11 Oktober 2017
Jam :
08.00 WIB
Ruang :
304
Pascasarjana :
UIN Sunan Kalijaga
Semester : 1
Pertemuan : 1
Mata Kuliah :
“Study Al-Qur’an dan Hadits”
Tema :
Perkenalan dan Pengantar
Dosen :
Pak Mustaqim
Isi :
Ada sebuah penghapusan
sejarah terhadap RA Kartini. Bahwa beliau adalah seorang santriwati yang begitu
concernt terhadap ilmu tafsir Al-Qur’an. Beliau pernah suatu ketika merasa
dalam kegelapan dan mengatakan bahwa Al-Qur’an hanyalah sebuah kitab / buku
bukan sebagai petunjuk hidup untuk umat manusia. Lalu beliau pergi untuk ngaji
kepada Mbah Soleh Darat dan oleh beliau diajarkan tafsir Surat Al – Fatihah
mulai dari awal sampai akhir. Selepas ngaji surat Al - Fatihah, kegelapan yang
dulu menyelimuti beliau kini berubah menjadi terang benderang. Beliau melalui
penjelasan Mbah Soleh Darat mulai memahami peran Al-Qur’an seutuhnya yaitu
untuk petunjuk umat manusia dan membimbing umat manusia menghindari perbuatan
dosa bukannya melakukan dosa atas nama agama. Dari pelajaran hidup beliau
itulah yg melatar belakangi muncul statemen beliau yang begitu terkenal yaitu “habis gelap, terbitlah terang”.
Apa yang lebih baik, hafal Al-Qur’an tanpa mengetahui
tafsir dan mengamalkan nilai – nilai didalamnya ? ataukah tidak hafal Al-Qur’an
tapi dalam segi kehidupan, dia begitu mengamalkan nilai – nilai yg Al-Qur’an
ajarkan untuk umat manusia ?
Bagaimana kita menyikapi rewards surga dan neraka
dalam al-qur’an ? sedangkan dalam segi ilmu sufistik, surga dan neraka tidak
ada nikmat apa – apa dibanding bertemu dan mengenal Tuhanmu.
No comments:
Post a Comment