Pandangan NU terhadap penegakkan syari'at islam

 
Akhir-akhir ini banyak golongan Islam yang ingin mendirikan negara Islam di Indonesia. Bentuk mereka macam-macam, ada yang ingin Khilafah dan ada yang ini Syariat Islam dibekukkan dalam undang-undang seperti hukum pancung, potong tangan, cambuk, jilbab dan lain-lain. Bahkan mereka ada yang dengan bangga mengatakan bahwa mereka membela Islam di negara yang mayoritas Muslim, yang mana Presiden sampai RT hampir rata-rata beragam Islam.Lantas pertanyaannya, kenapa NU seakan-akan diam dan bahkan mencekal mereka semua? apakah NU anti Syariat Islam? padahal NU banyak jasanya dalam memerdekakkan bangsa Indonesia, bahkan NU bisa saja memberontak kepada negara hanya demi mendirikan negara Islam, tapi ternyata NU tidak begitu.

Sebenarnya tipologi Syariat Islam menurut NU berbeda dengan tipologi ormas yang ingin mendirikan negara Islam. Zainul Milal Bizawie dalam bukunya “Masterpiece Islam Nusantara; Sanad dan jejaring Ulama-Santri (1830-1945)” menjelaskan pada Mukhtamar NU ke-9 di Banjarmasin tahun 1935, NU tidak akan mendirikan negara Islam. Dalam mukhtamar tersebut satu masalah yang diajukan kepada mukhtamar berbunyi, “wajibkah bagi kaum muslimin untuk mempertahankan kawasan kerajaan Hindia-Belanda, padahal diperintah oleh orang non muslim? maka peserta mukhtamar menjawab, ada dua alasan bahwa harus kita pertahankan, pertama, karena kaum muslimin merdeka dan bebas menjalankan ajaran Islam, kedua, karena dahulu di kawasan tersebut telah ada kerajaan Islam.

Maka pada awalnya NU bersikap moderat terhadap penjajah karena penjajah masih membiarkan umat Islam melaksanakan keyakinannya, tapi setelah penjajah Belanda berkhianat dan mulai melakukan diskriminasi terhadap umat Islam, maka disitulah umat Islam mengumandangkan jihad.
Maka hingga sekarang, tipologi Syariat Islam menurut NU ialah bukan seberapa banyaknya orang dipancung, dipotong tangannya, atau dicambuk badannya, melainkan kebebasan menjalankan syariat Islam seperti salat, puasa, zakat, dan lain-lain.

Maka NU tidak memikirkan lagi tentang Daulah Islamiyah (kepemerintahan Islam) yang NU pahami apapun pemerintahannya selama umat Islam mampu melaksanakan salat, puasa, haji dan lain-lain, maka dia disebut wilayah Islam dan itu sudah cukup.

Dalam penerapan hukum jinayah, NU juga tak sekaku kelompok yang ingin hukum cambuk, potong tangan diberlakukan, NU hanya memandang itu sebagai“Maqosid Syar’iyyah” yaitu maksud-maksud Syari. Indonesia punya hukum penjara dan hukuman mati jika kasus besar, misalkan yang mencuri penjara, hal itu maksudnya sama agar yang mencuri tidak lagi mencuri, sehingga meskipun hukum potong tangan tidak diterapkan tidak masalah yang terpenting maksud syarinya terlaksana.

by Ardiyansyah (Mahasiswa Perbandingan Agama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Waspada keturunan Abdurrahman Bin Muljam


Suatu ketika, Sayyidina Ali didemo secara pribadi oleh seorang rakyatnya.
"Dulu, di zaman Abu Bakar, Umar dan Utsman (radliyAllahu anhum) kondisi negara stabil. Kini, di era engkau menjadi pemimpin, kondisinya tidak stabil." Ada protes terselubung dalam statemen rakyat ini. Sayyidina Ali tersenyum.
"Pada masa beliau bertiga itu," kata Ali, "yang dipimpin adalah orang-orang macam aku, sedangkan sekarang ini yang kupimpin adalah orang-orang macam kamu!!”

Memang, selain dikelilingi sahabatnya yang loyal, Sayyidina Ali juga dikerubuti orang-orang aneh ; sekelompok orang dengan jalan pikiran ekstrem. Memiliki semboyan La Hukma Illa Lillah, puasa di siang hari, ibadah di malam hari, hafal al-Qur'an, dan banyak ibadah lain nya yang jarang orang awam seperti kita mampu melakukan nya.

Namun, dengan segala predikat islam taat seperti diatas tak lantas membuat sekelompok orang mampu berfikir jernih. Kefanatikan yang terlalu dalam membuat mereka menjadi buta akal dan hati. Karena dari orang - orang inilah Sayyidinna Ali wafat terhunus pedang tepat menjelang saat shalat Shubuh. Siapa pelakunya ? yaitu dia yang bernama Abdurrahman bin Muljam. Berasal dari kelompok islam yang memiliki semboyan La Hukma Illa Lillah, puasa di siang hari, ibadah di malam hari, hafal al-Qur'an, dan banyak ritual ibadah lain nya.

Makanya, jangan heran jikalau zaman sekarang muncul fenomena kelompok ISIS, Al-Qaeda, Wahabi dsb. Karena sejak dulu, orang - orang dengan tipe seperti ini sudah ada. Mereka rata - rata berasal dari islam yang taat namun sangat suka sekali mengkafirkan, mem bid'ahkan, membom bahkan memerangi orang yang diluar pemahamanya. Untuk itu jangan sampai sang keturunan - keturunan Abdurrahman Bin Muljam ini masuk ke negara kita tercinta caranya dengan aktif menyebarluaskan Islam Nusantara yang ramah, toleran dan pastinya Rahmatan lil 'Alamin kepada seluruh lapisan masyarakat.
#Turnbackradikalisme
#Turnbackterorisme
#Turnbackintoleransi

Islam Yang Welas Asih

Karen Amstrong : Mengartikulasikan Islam yang Welas Asih


Konflik di Timur Tengah yang semakin hari semakin memanas seolah menampilkan sebuah wajah Islam yang kelam. Selain aksi bom bunuh diri yang seolah dianggap ‘lazim’ dilakukan oleh para teroris berlabel Islam di berbagai negara, kita disuguhi parade kebencian yang akut hingga ke level yang paling mengerikan, seperti menggorok leher, mutilasi mayat, atau memakan jantung mayat yang direkam dan diperlihatkan dengan bangga oleh para pelakunya.

Inikah wajah Islam sejati? Pastinya, setiap  muslim yang berhati nurani akan menjawab TIDAK. Lalu, mengapa semua ini bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya?

Karen Amstrong, seorang pemikir kelas dunia yang telah menulis banyak buku tentang sejarah dan dialog agama-agama,  telah memberikan tawaran solusinya. Pada tanggal 14-15 Juni yang lalu, Amstrong datang memberikan kuliah umum di beberapa universitas di Indonesia. Di Universitas Paramadina, dia menjelaskan dengan  indah, betapa esensi Islam dan berbagai agama samawi lainnya, adalah cinta dan welas asih (compassion). Esensi ini semakin hari semakin terkubur, namun selalu ada semangat dari segelintir orang untuk menggali dan mengartikulasikannya kembali.

Compassion,menurut Amstrong, adalah sesuatu yang sejatinya ada dalam diri manusia. Sikap welas asih berbeda dengan feeling (perasaan) yang biasanya fluktuatif. Kita bisa menyayangi seseorang detik ini, namun di saat yang lain, kita bisa berbalik membencinya dengan berbagai alasan, bahkan alasan yang irrasional sekalipun. Namun sikap welas asih adalah sesuatu yang selalu ada, dalam kondisi apapun, kepada siapapun, bahkan termasuk kepada musuh sekalipun. Menurut Amstrong welas asih adalah bagaikan sikap seorang ibu terhadap bayi yang dilahirkannya, akan selalu ada, meski si anak melakukan hal-hal yang melukai hati sang ibu.

Compassion bisa tumbuh ketika manusia berhasil menekan egonya dan lebih mementingkan sesama. Itulah sebabnya, manusia yang punya sikap welas asih, tidak akan bisa hidup tenang. Dia akan selalu risau memikirkan nasib sesama manusia yang tertindas, dimanapun mereka berada. Dalam sikap welas asih, tidak ada lagi ‘mereka’ atau ‘saya’, yang ada adalah ‘kita’. Terorisme di Afghan, Pakistan, atau Suriah tidak lagi urusan ‘mereka’, karena setiap saat akan bisa hadir di tempat ‘saya’. Karenanya, ini semua adalah urusan ‘kita’ dan kita semua harus bergandengan tangan untuk menyelesaikan problem besar ini.

Di balik segala bentuk kekerasan yang muncul sepanjang sejarah atas nama Islam, justru Islam sesungguhnya adalah agama yang segenap ajarannya bertujuan untuk menumbuhkan sikap compassion dalam diri individu. Amstrong mencontohkan ajaran sholat. Ketika Nabi Muhammad mengajak umatnya untuk bersujud, meletakkan kening di tanah, di sisi Ka’bah, pada saat itu sebenarnya beliau mengajak umatnya untuk melepas ego dan menyadari bahwa manusia adalah hamba Allah dan semua manusia sama-sama hamba sahaya, sama-sama makhluk lemah di hadapan Allah.  Lalu, ajaran zakat. Ketika zakat diwajibkan dengan besaran tertentu, maka zakat menjadi semacam paksaan kepada manusia untuk melepas ego dan rasa cinta pada harta. Zakat berbeda dengan infaq yang bisa fluktuatif, bergantung feeling manusia.

Amstrong juga merefleksikan kisah Hijrah di masa Rasulullah sebagai sebuah ajaran untuk keluar dari ke-aku-an menuju ke-kita-an. Pada masa itu, tradisi kesukuan sangat kental di jazirah Arab. Mereka rela saling membunuh demi membela kehormatan suku dan garis darah. Lalu Rasulullah mengajak umatnya untuk  berhijrah, membaur bersama suku-suku yang lain, dan membangun sebuah masyarakat yang egaliter.

Lalu, siapakah muslim yang tak pernah membaca kisah Perjanjian Hudaibiyah yang dijalin antara Rasulullah dengan kaum musyrik Makkah? Namun,  Amstrong telah menjelaskan esensinya dengan sangat indah (dan Amstrong menyatakan bahwa inilah kisah favoritnya). Rasulullah mengajak umatnya di Madinah untuk berhaji ke Makkah, tanpa membawa senjata. Bagaimana mungkin perjalanan menuju markas musuh dilakukan tanpa membawa senjata untuk membela diri? Tapi itulah yang dilakukan oleh Rasulullah yang memang selalu membawa pesan cinta dalam setiap langkahnya.
Lalu, ketika orang-orang Makkah menghalangi masuknya rombongan haji ke Makkah, dilakukanlah negosiasi dan ditandatanganilah Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian ini sangat luar biasa dari sisi compassion dan menunjukkan betapa Nabi Muhammad adalah sosok yang sangat welas asih dan telah melepaskan egonya secara total. Beliau sendiri yang mencoret kata ‘Rasulullah’ dalam naskah perjanjian itu, karena negosiator dari Makkah menolak adanya kata itu.

Yang ada dalam diri Rasulullah hanyalah cinta. Sama sekali tak ada rasa ego dan ketersinggungan saat gelar yang valid dan disematkan langsung oleh Allah SWT itu harus dicoretnya sendiri (dalam naskah perjanjian itu). Gara-gara perjanjian yang sepintas tak adil itu, Nabi Muhammad dikecam oleh sahabat-sahabatnya sendiri. Namun beliau bersabar. Terbukti dua tahun kemudian, welas asih dan cinta Rasulullah-lah yang terbukti ‘menang’, dengan masuknya kaum muslimin secara bebas ke Makkah.

Welas asih, pada akhirnya akan membawa kemenangan. Dan inilah yang diajarkan para Nabi sejak ribuan tahun yang lalu. Bahkan Al Quran pun mengajarkan sikap welas asih jauh lebih banyak daripada sikap keras. Ayat Al Quran yang mengandung nama jamaliah Allah dalam Al Quran (rahman, rahim, ghafur, lathif, dll) disebut 5x lebih banyak daripada ayat yang mengandung sifat jalaliah-Nya (seperti Maha Pembalas, akbar, qawiy, dll). Ibn Arabi mengatakan bahwa bahkan neraka pun diciptakan Allah di dalam prinsip Jamaliah-Nya. Rahmati wasi’at kulla sya’i, rahmat-Ku meliputi segala sesuatu, demikian firman-Nya.

Allah sedemikian sayangnya kepada hamba-Nya, sehingga tidak ingin hamba-Nya berbuat dosa dan kezaliman, karena akibat buruknya akan menimpa diri si hamba sendiri dan seluruh umat. Bisa kita lihat contohnya hari ini, kezaliman yang dilakukan teroris di satu wilayah, tidak hanya menimpakan musibah bagi korban yang tewas, tapi efeknya sangat masif, melewati batas-batas wilayah negara. Demi menjauhkan para hamba terkasih-Nya dari  kejahatan, Allah menciptakan neraka. Namun, mereka yang benar-benar jahat dan tidak memiliki rasa cinta dan welas asih, akan memandang neraka sebagai bentuk kekejaman Allah.

Kembali ke persoalan, bagaimana menumbuhkan sikap welas asih di level indovidu, masyarakat, dan tujuan akhirnya, di level global? Amstrong memberikan ‘golden rule’yang disarikannya dari ajaran berbagai agama: jangan lakukan sesuatu yang kau tak ingin orang melakukannya pada dirimu.  Kau tak ingin menjadi korban fitnah, jangan memfitnah. Kau tak ingin diserang, jangan menyerang. Kau tak ingin dijajah,jangan menjajah. Kau tak ingin dizalimi, jangan menzalimi. Kau tak ingin dibunuh, jangan membunuh.

Amstrong juga memformulasikan 12 langkah untuk menuju kehidupan yang berwelas asih, yang bisa dibaca dalam buku berjudul Compassion yang diterbitkan Mizan. Di antara 12 Langkah itu adalah tentu saja, mempelajari lebih dalam tentang apa sebenarnya welas asih. Bagi muslim, tentunya kita perlu menggali lagi supaya bisa menemukan bahwa Islam adalah agama yang esensinya adalah welas asih, bukan kekerasan. Lalu, kita perlu belajar untuk berpikir ‘out of the box’. Ketika kita mendambakan dunia yang damai dan penuh welas asih, kita tak bisa lagi selalu berpikir tentang ‘kita’ dan menafikan bahwa ‘mereka’ pun adalah manusia yang sama dengan kita dan punya hak-hak yang sama dengan kita.

Salah satu pertanyaan menarik yang diajukan oleh salah satu hadirin kepada Amstrong, “Apakah Anda pernah menyampaikan ajaran compassion ini kepada kelompok-kelompok yang justru ajaran utamanya adalah intoleransi?” Amstrong menjawab, pernah. Dalam sebuah kuliah umum di sebuah Pakistan, dia harus dikawal dengan pasukan bersenjata karena ajaran compassion bertentangan dengan doktrin kekerasan yang banyak dianut di sana. Di Malaysia, seorang muslim garis keras mengecamnya, mengatakan Amstrong sebagai nonmuslim tidak berhak  bicara tentang Islam. Amstrong menjelaskan bahwa dia tidak hanya bicara tentang Islam, namun dia bicara tentang esensi semua agama. Bahkan dia juga mengakui dalam agamanya sendiri, Kristen, aspek kekerasan juga sangat kental dan dia pun sering berbicara di hadapan mereka. Karena itu, yang diseru Amstrong adalah menciptakan dunia yang welas asih, melintasi batas negara, agama, mazhab, dan ideologi.
Amstrong menggagas Charter for Compassion yang bisa ditandatangani oleh kita semua. Dan dalam tataran praktis, masing-masing individu bisa berkontribusi dalam perjuangan ini dengan cara mempraktikkan kehidupan yang welas asih itu mulai dari diri sendiri, lalu mengajak keluarga dan  masyarakat untuk menumbuhkan rasa welas asih pada sesama.

*alumnus magister Hubungan Internasional Unpad, penulis buku Prahara Suriah

Agar anak terhindar dari sikap hedonis dan materialistis

Hidup bahagia tidak terletak pada banyaknya harta maupun materi yang kita punya. Karena sesungguhnya esensi dari rasa bahagia adalah hidup dalam penuh kesyukuran. Syukur terhadap apapun yang diberikan Tuhan kepada kita. Mengingat begitu pentingnya ajaran hidup ini dipelajari oleh anak - anak agar nantinya mereka saat dewasa tidak terjebak dalam perilaku hedonis dan juga materialistis, Memandang segala kebahagiaan bersumber pada harta dan materi, Naudzubillah..

Berikut beberapa nilai untuk ditanamkan kepada anak agar tidak terjebak dalam kehidupan hedonis dan materialistis serta selalu menghiasi hidupnya dengan rasa syukur :

1. Dekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa
Ajaran agama akan menuntun seseorang ke jalan yang terang. Karena itu didiklah anak supaya bisa mendekatkan diri Kepada Tuhan agar tidak mudah tergoda oleh iming - iming kenikmatan sesaat dunia. Bagi yang muslim, bisa ajak anak - anak sedini mungkin untuk sering pergi shalat berjamaah di mesjid ataupun di mushalla terdekat. Tak masalah jikalau awal - awalnya mereka senang bercanda disana, nanti lama kelamaan mereka akan terbiasa dan menjadikan shalat berjamaah sebagai kebiasaan layaknya makan. Hal ini dilakukan agar setiap sendi kehidupanya selalu dalam lindungan dan lingkungan yang dijaga oleh Tuhan.

2. Hidup Sederhana
Kesederhanaan adalah awal kebahagiaan. Karena itu, sejak anak - anak berilah pengertian bahwa hidup sederhana bukan berarti selalu kekurangan, melainkan sebuah cara hidup yang bertujuan untuk menjauhkan diri dari sikap dan serakah. Dengan cara hidup sederhana, anak - anak juga dilatih untuk bisa peka terhadap lingkungan sekitarnya yang tidak seberuntung dia. Biasakan anak untuk memakai produk - produk yang tidak mahal namun tetap masih bisa difungsikan dengan baik. Ataupun makanan yang murah dan sehat, ya intinya selalu memilih sesuatu yang sederhana dan tidak terlalu berlebih - lebihan dalam membelanjakan sesuatunya.

3. Bekerja Keras
Anak - anak perlu memahami bahwa untuk bisa bertahan hidup, mereka harus mau bekerja keras. Jangan hanya menyalahkan keadaan ( re : pemerintah misal). Karena kalau bukan kita sendiri yang merubah nasib kita, siapa lagi ? Bekerja adalah sebuah kewajiban karena ketika mereka sudah berumah tangga nanti bekerja juga menjadi bentuk ibadah.

4. Tidak Konsumtif
Memang budaya "belanja" bagi orang Indonesia adalah budaya yang sulit untuk dikurangi apalagi dihilangkan. Namun jikalau ada niat maka hal itu kemungkinan bisa terjadi. Didik lah anak - anak untuk mampu memanfaatkan uang dengan bijaksana. Arahkan mereka untuk tidak bersikap konsumtif dan menghambur - hamburkan uangnya untuk membeli kebutuhan yang tidak perlu.

5. Jangan selalu menuruti keinginanya
Ajarilah anak untuk mengontrol kemauanya. Jika anda tidak melakukan hal demikian, artinya anda telah mengajarkan anak menjadi dewasa dengan membawa sifat - sifat egois dan manja.

6. Berhati - Hati Dalam Memilih Teman
Ajari dan arahkan lah anak anda untuk memilah dan memilih teman yang bagus untuk dirinya. Namun jangan lupa juga harus dibarengi dengan ajaran untuk menghargai setiap manusia. Agar anak anda tidak menjadi orang yang memiliki teman dan musuh sama banyaknya. Anak - anak harus tahu bahwa pengaruh paling banyak untuk hidupnya berasal dari teman.

7. Harta Benda Bukanlah Segalanya
Anak - anak perlu mengerti bahwa harta di dunia ini bukanlah segalanya. Bahwa kebahagiaan sejati hanya datang dari nurani yang merasa tentram, bersyukur dan keluarga yang bahagia.

8. Tidak Mudah Merasa Iri Pada Orang Lain
Ajari anak anda untuk memiliki sikap seperti ini. Karena itu, bila suatu saaat mereka menginginkan sesuatu yang orang lain miliki, anjurkan kepada mereka untuk berusaha dengan keras untuk memilikinya. Bisa dengan menabung ataupun bekerja.

9. Selalu Bersyukur
Daaan ini dia poin pentingnya. Terkadang kesulitan hidup didapat karena kurangnya rasa syukur kita terhadap pemberian Allah SWT. Selalu ada rasa kurang dihati karena apa yang kita inginkan tidak tercapai. Hal ini lah yang membuat kenapa kebahagiaan tak kunjung datang pada kita. Kita terlalu fokus kepada apa yang kita tidak miliki sehingga lupa kepada apa yang sudah ada pada diri kita. Dengan bersyukur kita juga bisa mengontrol emosi kita  seperti rendah hati, husnudzon dan pastinya kita bakal mampu tersenyum setiap hari karena apapun yang kita terima itu selalu kita syukuri dengan hati yang riang gembira. Nah ajarilah anak - anak anda untuk selalu bersyukur bagaimanapun keadaanya. Niscaya kelak anak anda akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh serta hidup dalam kebahagiaan.

Referensi : Berbagai sumber di internet.

Bijak Dalam Hidup Beragama

AGAMA-AGAMA DI DUNIA


Agama adalah sebuah sistem kepercayaan, tata nilai, aturan moral dan sistem budaya yang menghubungkan manusia dengan sesuatu hal yang bersifat transenden atau Illahiah. Setiap agama memiliki kisah/narasi, konsep dan simbol untuk menjelaskan makna, hakikat, tujuan serta asal usul kehidupan dan alam semesta. Setiap agama juga memiliki mitologinya masing-masing yang digunakan untuk menjelaskan keberadaan alam semesta ini. Agama juga adalah sebuah jalan hidup yang berisi ajaran-ajaran mengenai kebenaran tertinggi tentang eksistensi manusia dan petunjuk bagi manusia untuk menjalani kehidupan di dunia ini baik secara jasmani maupun rohani.

Secara keseluruhan diperkirakan terdapat sekitar 4.200 agama dan aliran-alirannya yang berkembang di seluruh dunia. Sebuah jajak pendapat global tahun 2012 melaporkan terdapat 59% dari populasi penduduk dunia yang memeluk agama tertentu dan 36% tidak memeluk agama tertentu, termasuk 13% yang ateis atau tidak percaya kepada salah satu agama yang ada. Sebagian orang juga mengikuti beberapa prinsip agama pada saat yang bersamaan (menganut paham sinkretisme agama).

Setiap agama pastilah terpecah menjadi beberapa denominasi, misal dalam Islam ada Sunni dan Syiah (Sunni mengakui empat sahabat Nabi sebagai khalifah sedang Syiah hanya mengakui Ali dan keturunannya sebagai khalifah), dalam Nasrani ada Katolik dan Protestan (Katolik mengakui otoritas Gereja Roma sedang Protestan tidak mengakui otoritas Gereja Roma), dalam Buddha ada Theravada dan Mahayana (Theravada hanya mengakui Siddharta sebagai satu-satunya Buddha masa kini sedang Mahayana mengakui ada banyak Buddha dan Bodhisatva), dalam Hindu ada Saiwa dan Waisnawa (Saiwa mengakui Siwa sebagai pujaan sedang Waisnawa mengakui Wisnu sebagai pujaan).

Adapun mengenai cara bagaimana manusia memperlakukan dan menjalankan agamanya bisa dibagi menjadi beberapa kategori seperti di bawah ini :
  1. Secara Tradisional, yaitu cara beragama yang berdasar pada tradisi misal mengikuti cara beragama dari nenek moyang, leluhur, masyarakat atau orang-orang dari generasi sebelumnya. Tipe ini pada umumnya kuat dalam hal sikap keagamaannya dan sulit menerima hal-hal yang baru dan tidak berminat untuk mempelajari atau mengikuti agama lain yang berada di luar tradisi keluarga atau masyarakatnya.
  2.  Secara Formal, yaitu cara beragama seseorang berdasarkan tatanan resmi atau formalitas yang berlaku di lingkungannya. Tipe ini biasanya mengikuti cara beragama dari orang yang berpengaruh dan dianggap memiliki otoritas dalam lingkungannya (misal para guru dan tokoh agama atau tokoh masyarakat).
  3. Secara Rasional, yaitu cara beragama dengan berdasarkan penggunaan rasio atau logika yang dimilikinya. Tipe ini berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya melalui pengetahuan, ilmu, akal dan pengalamannya. Tipe ini biasanya bersikap lebih terbuka serta bisa menerima berbagai hal baru yang dirasanya masuk akal dan sesuai dengan nalar maupun logikanya. Tipe ini biasanya mudah dijumpai di lingkungan masyarakat urban perkotaan yang intelek dan modern.
  4. Secara Proporsional (antara IQ, EQ dan SQ) yaitu cara beragama seseorang yang tidak hanya menggunakan kecerdasan intelektualnya (IQ) namun juga menggunakan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritualnya (SQ). Tipe ini melibatkan tidak saja akal melainkan juga kepekaan perasaan serta tuntunan atau intuisi yang berasal dari hati nuraninya sehingga bisa bersikap lebih toleran dan luwes terhadap penganut agama lain yang berbeda dengan dirinya. Pemahaman agama yang tidak proporsional seringkali melahirkan fanatisme bahkan radikalisme dalam beragama.
Menurut The World Factbook jumlah seluruh penduduk dunia pada bulan Juli 2013 adalah 7.095.217.980 jiwa. Dari jumlah tersebut penganut agama Kristen mencapai 31.50% dari seluruh populasi (yang terdiri dari : Katolik Roma 16,85%, Protestan 6,15%, Ortodoks 3,96 %, Anglikan 1,26%), Islam 23,20% (yang terdiri dari : Sunni 75-90%, Syiah 10-20%, Ahmadiyah 1%), Hindu 13,8%, Budha 6,77%, Sikh 0,35%, Yahudi 0,22%, Baha’i 0,11%, Konghucu, Taoisme dan agama-agama lain 10,95%, Non Religius (percaya kepada Tuhan tapi tidak menganut agama tertentu) 9.66%, dan ateis (tidak percaya pada Tuhan dan agama) 2,01%.

Adapun menurut survei global yang dilakukan oleh Pew Research Center pada tahun 2012 pemeluk Agama Kristen mencapai 31,5% dari seluruh populasi dunia, Islam 23,2%, tidak terafiliasi pada agama tertentu 16,3%, Hindu 15,0%, Buddha 7,1%, Agama Pribumi 5,9%, Sikh 0,36% dan Agama lainnya 0,8 %.

Adapun mengenai berbagai jenis agama dan alirannya yang berkembang di dunia saat ini (maupun yang sudah punah) adalah :

Agama-Agama Ibrahim (Abrahamic Religion) : 
Agama-agama Ibrahim adalah agama yang menganut paham monoteisme yang berasal dari Timur Tengah yang merupakan ajaran turunan dari Ibrahim / Abraham yang terdiri dari Yahudi, Nasrani dan Islam.

Agama Kristen / Katolik :
- Agama Kristen Barat : Anabaptis, Anglikan, Baptis, Calvinisme, Gereja Jemaat, Lutheran, Methodis, Moravia, Nonconformism, Pentakosta, Pietisme, Presbyterian, Quaker / Shakers, Waldensia. 
- Agama Kristen Timur : Gereja Kuno Timur, Gereja Asiria Timur, Katolik Timur, Gereja Ortodoks Timur (Termasuk Ortodoks Yunani, Ortodoks Serbia, Ortodoks Rusia, Ortodoks Rumania, Ortodoks Bulgaria dan beberapa gereja otosefalus lain dan Patriarkat), Ortodoks Rusia Lama, Ortodoks Timur (Termasuk Ortodoks Armenia, Ortodoks Koptik, Ortodoks Ethiopia, Ortodoks Syria serta sebagian dari orang-orang Kristen Santo Thomas.) 
- Kelompok-kelompok lain yang berkaitan dengan kekristenan atau berasal dari agama Kristen, tetapi mereka dianggap heterodoks atau sesat oleh kaum Kristen mainstream. Tetapi sebagian sudah punah atau tidak ada lagi (Arianisme, Kristadelfian, Christian Gnostisisme, Christian Identity, Christian Science, Christian Universalisme, Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir, Iglesia ni Cristo, Ebionit, Saksi-Saksi Yehuwa, Jesuism, Gerakan Latter Day Saint, Milleris, Mesianik Yudaisme, Marcionisme, Rastafarianism, Gereja Advent Hari Ketujuh, Spiritual Baptis, Swedenborgianism, Gereja Aquarian, Gereja Unifikasi, Unitarianisme, Gereja Universal Kerajaan Allah ) 
- Gnostisisme : Kelompok Gnostik terkait dengan agama Kristen di masa-masa awal tapi semuanya sudah punah karena dianggap sebagai sesat atau menyimpang : Cerdonians, Colarbasians, Simonian, Bogomilisme, Catharisme.
- Agama Yazidi yang adalah agama Kurdi sinkretis yang tercampur dengan pengaruh Gnostik
- Gnostisisme Persia : Mandean, Manikeisme, Bagnolians.
- Gnostisisme Mesir – Suriah : Sethianism (Basilideans, Valentinianism)
- Kelompok Neo-Gnostik : Ecclesia Gnostica

Agama Islam :
- Ilmu Kalam : Asy'ari, Maturidi, Murji'ah, Mu'tazilah, Khawarij (Ibadi, Azraqi, Haruriyyah, Sufri )
- Syiah : Isma'iliyah (Mustaali / Dawudi Bohra, Nizari), Ja'fari (Syiah Dua Belas Imam (Akhbari, Shaykhism, Ushul), Alawi, Alevism / Ordo Bektashi), Zaidiyah
- Sufisme : Thariqah Bektashi, Thariqah Chishtiyah, Thariqah Mawlawiyah, Mujaddidiyah, Naqshbandi (Jahriyyah, Khufiyyah), Ni'matullāhī, Qadiriyyah, Sufi Internasional, Suhrawardiyyah, Tarekat Tijaniyah, Tasawuf Universal
- Sunni : Hanafi (Barelvi, Deobandi, Gedimu, Yihewani, Xidaotang), Hanbali, Maliki, Syafi'i, Gerakan Ahl al-Hadits atau Salafi.
- Black Moslem : American Society of Muslim, Five Percent Nation, Ortodoks Moor of America, Moor Science Temple of America, Nation of Islam, United Nation of Islam
- Ahmadiyah : Komunitas Muslim Ahmadiyah, Gerakan Ahmadiyah Lahore
- Kelompok Islam lainnya : Yarsanism, Al-Fatihah Foundation, Union Muslim Kanada, Islam Eropa, Ittifaq al-Muslimin, Jamaat al Muslimin, Jadid, Gerakan Islam Liberal, Kongres Muslim Kanada, Riaz Ahmed Gohar Shahi, Mesias Foundation International, Muslim Progresif Inggris, Progressive Muslim Union, Gerakan Wahabi, Mahdavia

Agama Yahudi :
- Rabinik Yudaisme : Yudaisme Ortodoks (Haredi Yudaisme, Yahudi Hasid, Yahudi Modern Ortodoks), Yudaisme Konservatif (Masorti, Conservadox Yudaisme), Yudaisme Reformasi, Yudaisme Progresif (Liberal Yudaisme)
- Yahudi Karait – Samaritanisme - Falasha atau Beta Israel - Yudaisme Modern Non-Rabinik : Yudaisme Alternatif, Yudaisme Humanis, Gerakan Pembaruan Yahudi, Yudaisme Rekonstruksionisme - Kuil Yahudi Kedua : Essene, Farisi (nenek moyang Rabinik Yudaisme), Saduki (nenek moyang Yahudi Karait), Zelot (Yudea) - Sekte Yahudi yang percaya bahwa Yesus adalah seorang nabi : Ebionit, Elkesaitisme, Nazarenes - Sabbateans (Frankism) - Yahudi Hitam (Black Hebrew Israelites) - Gerakan Rastafarian - Mandaeans dan Sabian : Mandean, Sabian (Mandaean Nasaraean Sabean, Sabian Harran) - Shabakism
Druze / Druids (adalah agama yang berkembang di Suriah dan Lebanon)

Agama-agama India :
Agama-agama India adalah agama yang berasal dari anak benua India; yaitu Hindu, Jainisme, Buddhisme dan Sikh, dan agama-agama serta tradisi yang berhubungan atau berasal dari India. Ayyavazhi Gerakan Bhakti : Kabir Panth, Agama Ravidassia, Sant Mat

Agama Budha :
Aliran Nikaya : Theravada (Sri Lanka Amarapura Nikaya, Sri Lanka Siam Nikaya, Sri Lanka Ramanna Nikaya, Bangladesh Sangharaj Nikaya, Bangladesh Mahasthabir Nikaya, Burma Thudhamma Nikaya, Burma Shwegyin Nikaya, Burma Dwara Nikaya, Thai Maha Nikaya, Thai Dhammayuttika Nikaya), Gerakan Vipassana - Aliran Mahayana : Buddhisme Humanis, Madhyamaka (Prasangika, Svatantrika, East Asian Madhyamaka, Jonang) - Buddha Nichiren : Nichiren Shu, Nichiren Shoshu, Soka Gakkai - Aliran Buddha Tanah Suci : Jodo-shu, Jodo Shinshu - Aliran Sifat Buddha : Daśabhūmikā, Avatamsaka (Hwaeom, Kegon) - Tiantai : Tendai, Cheontae - Yogacara : East Asian Yogacara - Zen / Chan Buddhisme : Caodong, Zen (Soto : Keizan, Jakuen, Giin), Linji (Rinzai, Ōbaku, Fuke-shu, Won Buddhisme), Kwan Um School of Zen, Sanbo Kyodan - Vajrayana : Shingon Buddhisme, Buddhisme Tibet (Bon, Gelug, Kagyu, Dagpo, Kagyu, Nyingma, Sakya) - Gerakan New Buddhisme : Shambhala Buddhisme, Diamond Way Buddhisme, Komunitas Triratna Buddha,Tradisi New Kadampa, Share Internasional,True Buddha School, Gerakan Shree Rajneesh - Varian Buddhisme Global : Buddhisme di Amerika Serikat

Hinduisme :
Sekte-sekte dalam agama Hindu : Swaminarayan, Shrauta, Lingayatism, Shaivism, Shaktism, Tantrisme (Ananda Marga), Smartism, Vaishnavism (Gaudiya Waisnawa atau International Society for Krishna Consciousness), Gerakan Reformasi Hindu (Arya Samaj, Brahmo Samaj, Ramakrishna Mission, Satya Dharma, Satsang of Thakur Anukulchandra, Matua Mahasangha), Hindu Bali di Indonesia, Nyaya, Purva Mimamsa, Samkhya, Waisesika, Vedanta / Uttara Mimamsa (Advaita Vedanta, Yoga Integral, Wisistadwaita, Dwaita Vedanta), Yoga (Ashtanga Yoga, Bhakti Yoga, Raja Yoga, Karma Yoga, Jnana Yoga, Kundalini Yoga, Hatha Yoga, Siddha Yoga, Surat Shabd Yoga, Yoga Tantra, Sahaja Yoga). Jainisme - Digambara : Bispanthi, Digambar Terapanth, Kanji Panth, Panth Kanji Swami - Śvētāmbara : Murtipujaka (Deravasi), Sthānakavāsī, Svetambar Terapanth. Sikhisme : Khalsa (Nihang), Namdhari (Kuka Sikh), Agama Ravidassia, Sahajdhari

Agama – Agama Iran :
Agama-agama Iran adalah agama yang berasal dari wilayah Iran : yaitu Majusi / Zoroastrianisme, Agama Gnostik, Gerakan Babisme, Baha’i dan Yazdanism - Zoroastrianisme / Majusi : Zerwanisme, Mazdakism, Khurramites (terjadi sinkretisme dengan Islam Syiah), Behafaridians - Agama Gnostik Iran : Mandean, Manikeisme, Mithraisme - Gerakan Babisme : Babism, Baha'i, Azali - Yazdânism : Alevi (sebagian kaum Alevi menganggap dirinya sebagai Syiah atau Muslim Sufi), Yarsani, Yazidi

Agama-Agama Asia Timur :
Agama-agama Asia Timur adalah agama yang berasal dari daerah Asia Timur yaitu Agama Tradisional China, Konghucu, Taoisme, Shinto, Agama Korea dan Agama Vietnam . Konfusianisme ; Neo-Konfusianisme, New Konfusianisme. Shinto : Koshintō, Shugendō, Yoshida Shinto, Agama Yang Terinspirasi Dari Shinto (Konkokyo, Oomoto, Seicho-no-Ie, Shinmeiaishinkai, Tenrikyo, Zenrinkyo). Taoisme : Jalan Lima Pek Beras (Tianshi Dao), Taipingjing, Aliran Shangqing, Lingbao, Quanzhen (Dragon Gate Taoisme), Wuliupai, Yao Taoisme (Meishanism), Faism (Redhead Taoisme), Xuanxue (Neo-Taoisme), Taoisme Kontemporer (Ikuanisme, Dudeism, Zenarchy), Falun Gong, I Kuan Tao, Mohism, Xiantiandao. Agama Korea : Gerakan Cheondoisme, Daejongism, Daesun Jinrihoe, Gasin, Jeung San Do, Juche, Suwunism. 

Agama Vietnam :
Cao Dai, Đạo Buu Son Kỳ Hương, Đạo Dua, Đạo Mau, Hoa Hảo

Agama Diaspora Afrika :
Agama diaspora Afrika adalah sejumlah agama yang dikembangkan di Amerika di antara lingkungan budak yang berasal dari Afrika dan keturunannya di berbagai negara di Kepulauan Karibia, Amerika Latin, serta bagian dari Amerika Serikat bagian selatan. Agama ini berasal dari agama-agama tradisional Afrika, terutama dari Afrika Barat dan Tengah. Adapun sektenya antara lain : Batuque, Candomblé, Dahomey, Mitologi Haiti, Kumina, Macumba, Mami Wata, Obeah, Oyotunji, Palo, Quimbanda, Santeria (Lukumí), Umbanda, Vodou / Voodoo. Agama Pribumi Afrika : Afrika Barat : Akan, Ashanti (Ghana), Dahomey (Fon), Efik (Nigeria, Kamerun), Igbo (Nigeria, Kamerun), Isoko (Nigeria), Yoruba (Nigeria, Benin). Afrika Tengah : Bushongo (Kongo), Bambuti / Pyangmy (Kongo), Lugbara (Kongo) Afrika Timur : Akamba (East Kenya), Dinka (Sudan), Lotuko (Sudan), Masai (Kenya, Tanzania). Afrika Selatan : Khoisa, Lozi (Zambia), Tumbuka (Malawi), Zulu (Afrika Selatan)

Agama Pribumi Amerika : 
Adalah agama pribumi suku-suku Indian yang ada di benua Amerika yang antara lain : Abenaki, Anishinaabe, Aztec, Cherokee, Chickasaw, Choctaw, Creek, Crow, Guarani, Haida, Ho-Chunk (Winnebago), Hopi, Inca, Indian Shaker, Inuit, Iroquois, Keetoowah Nighthawk, Kuksu, Kwakiutl, Lakota, Leni Lenape, Longhouse, Mapuche, Maya, Midewiwin, Miwok, Navajo, Nootka, Ohlone, Olmec, Pomo, Pawnee, Salish, Selk'nam, Seneca, Tsimshian, Urarina, Ute, Wyandot, Zuni.

Agama Asli Indo Asia :
Benzhuism (agama asli orang Bai), Bimoism (agama asli orang Yi), Bon (agama asli Tibet), mitologi Cina, mitologi Jepang, Korea Shamanisme, Koshintō, Manchu Shamanisme, Mun (Lepcha), Shamanisme Siberia, Tengrisme, Ua Dab (agama asli orang-orang Hmong), agama rakyat Vietnam. Agama Asli Oseania / Pasifik : Mitologi Aborigin Australia, agama Austronesia (agama asli Bali, Agama Jawa, Agama Adat Rakyat Nusantara, Melanesia, Mikronesia (Modekngei, agama asli Nauruan), agama asli Filipina (Anito, Gaba, Kulam,) Polinesia (Hawaii, Māori, Māori, Rapa Nui, Moai,Tangata Manu). Agama Kuno Timur Dekat : Agama Mesir Kuno, agama Semit Kuno (Kanaan), agama Mesopotamia kuno, agama asli Arab (pra-Islam), Babilonia dan agama Asyur, Chaldea, Sumeria

Agama Kuno Indo-Eropa :
Agama Proto-Indo-Iran, Armenia, Baltik, Celtic, Brythonic, Gaelic, Germanic (Anglo-Saxon, Continental Germanic, Norse), Politeisme Yunani, Het, Persia, Politeisme Romawi, Slavia. Agama Kuno Helenistik : Agama Misteri (Eleusinian, Mithraisme, Orfisme), Pythagoreanism, Agama Gallo-Roman. Agama Kuno Uralic : Estonia, Finlandia, Hungaria. Agama Asli Eropa : Asatru, Estonia, Eskimo, Finlandia, Marla, Odinism, Romuva, agama rakyat Hungaria, Agama Sami (termasuk Noaidi), Wotanism

Agama Mistisisme, Okultisme dan Esoterisme :
Mistisisme Hindu (Tantra, Vaastu Shastra), Yahudi (Kabbalah), Buddha (Vajrayana), Moor Science Temple of America, Neoplatonisme, Pythagoreanism (Neopythagoreanism), Islam (Tasawuf), New Age (Theosofi). Agama Misteri Barat: Hermetisisme, Builder of Adytum, Fraternitas Saturni, Fraternity of the Inner Light, Hermetic Order of Golden Dawn (Open Source Order Golden Dawn), Ordo Aurum Solis, Rosicrucian (Ancient Mystical Ordo Rosae Crucis, Rosicrucian Fellowship), Servant of the Light.

Setelah mengetahui bahwa ada 4.200 agama yang ada dan pernah ada di bumi ini saya harap tidak ada lagi orang yang sok merasa benar dan suci sendiri sehingga semua orang yang lain dipaksa harus setuju dan mengikuti kehendak dan pendapatnya saja. Karena hidup beragama tidak hanya tentang masalah iman tapi juga tentang hati nurani. Jangan pernah merasa diri ini paling benar, jangan merasa bahwa orang diluar kepercayaan kita salah, dan terakhir fokuslah pada kesamaan untuk saling bersatu. Jikalau menemukan perbedaan dengan orang lain maka acuhlah, fokuslah hanya pada kebaikan yang dia punya dan contohlah hal tsb. Jangan menghina maupun menyalahkan mereka yang diluar dari apa yang kita percayai. Semoga bermanfaat.
Salam Cerdas....

Yuk mengenal Syiah

Tak kenal maka tak sayang....

Itulah pepatah yang bisa menggambarkan keadaan masyarakat kita sekarang. Kita kadang hanya melihat luarnya saja lalu langsung mengambil kesimpulan. Tanpa mengetahui dalam nya. Hal ini tentu adalah sebuah perilaku tercela karena bisa membuat sebuah persepsi kebencian, ketakutan, dan keinginan untuk memusuhi suatu hal.

Salah satunya tentang "Syiah".

Saya yakin, banyak kawan - kawan yang mungkin langsung bersentimen macam - macam setelah melihat kata dalam tanda petik diatas. Hal itu menurut saya wajar karena ketidaktahuan kita lah yang membuatnya jadi demikian.

Jujur saja selama saya hidup beragama yang lahir dari keluarga Sunni dengan berfiqih pada 4 Imam madzhab, bertauhid mengikuti Imam Asy'ari, bertasawuf mengikuti Imam Junaid Al-Baghdadi dan juga seorang warga nahdliyin tulen. Saya sendiri juga masih bingung, apa sih yang dimaksud syiah itu ? Bagaimana ajaranya didalam islam ? Dan apakah benar syiah telah banyak melakukan kesalahan - kesalahan sebagaimana yang bukan diajarkan didalam agama islam ? Serta bagaimana sejarah nya muncul ? Lalu, apakah benar syiah itu termasuk golongan kafir seperti yang banyak diberitakan oleh media akhir - akhir ini?

Postingan ini saya buat sebagai jawaban atas "abu - abu" nya informasi mengenai Syiah dikepala saya. Karena saya heran, banyak sekali di social media (artikel, foto, video dll) yang mendeskritkan kaum Syiah ini dengan menyatakan bahwa mereka kafir dan sesat diantaranya karena tuduhan - tudahan seperti penyiksaan diri karbala, nikah mut'ah, memiliki Al-Qur'an yang berbeda, bahkan sampai tuduhan penyuka sesama jenis masyaAllah. Dan saya yakin pasti kawan - kawan juga demikian memikirkan hal yang sama seperti saya.

Ingatlah saya dengan sabda Nabi : "seseorang yang menuduh orang lain kafir maka kekafiran itu akan kembali kepada dirinya jika ternyata tuduhannya itu tidak benar". Lalu Allah pun juga berfirman dalam surat Al-Hujarat ayat 11 : "Janganlah suatu kaum menghina kaum yang lain karena boleh jadi yang dihina lebih baik dari yang menghina". 

Untuk itu agar terhindar sebagai seorang yang Kafir (karena menuduh saudara sendiri yang belum tahu kebenaran sesungguhnya) seperti yang disabda Nabi serta agar terhindar dari kaum yang disinggung Allah SWT dalam Surat Al-Hujarat ayat 11, maka dengan adanya postingan ini saya mencoba untuk menggali informasi kebenaran tentang Syiah yang masih "abu - abu" tertutup oleh fitnah sana sini. Harapanya agar kita semua bisa terhindar dari sentimen sesat karena kebodohan dan keenganan untuk belajar serta mengenal orang lain. Dan saya harap, semoga kawan - kawan bisa membaca postingan ini dan juga bisa menyebarkan postingan ini agar semua bisa mengambil keputusan akhir paling bijaksana dalam mengenal saudara muslim kita ini.

Sebagai catatan tulisan ini dimuat hanya untuk disuguhkan kepada orang - orang yang mau belajar serta mau membuka diri untuk mengenal orang lain. Mau menerima kebenaran serta keyakinan orang lain dan tidak menaruh prasangka buruk, apalagi kebencian terhadap suatu faham agama. Dan tulisan ini termasuk kategori tulisan panjang dan dibagi kedalam 5 bagian tulisan. Untuk itu saya juga menyarankan kepada kawan - kawan semua sebelum membaca tulisan ini sediakan terlebih dahulu kopi dan cemilan serta waktu khusus untuk membaca agar tulisan ini bisa merasuk kedalam hati dan fikiran yang paling dalam dan mampu menjawab semua rasa ketidaktahuan kita.