Ketakutan adalah sesuatu
yang dapat membuat seseorang susah untuk bergerak maju. Ketakutan juga mampu
membuat seseorang untuk enggan berbuat baik. Hal ini kiranya menjadi kalimat
yang pas untuk menggambarkan apa yang saya rasakan.
Bermula dari cerita mama
saya tentang betapa pemberani dan mulia nya abah saya dulu ketika amasih hidup.
Beliau memiliki jadwal rutin tiap 3 bulan sekali untuk mendonorkan darahnya.
Haha. Ya, memang waktu saya kecil saya ingat sering diajak abah untuk pergi ke
PMI mendonorkan darahnya. Namun saya menemani beliau hanya sebatas ruang tunggu
saja, tidak berani masuk kedalam ruang donor karena sudah bisa diperkirakan
kenapa ? ya karena ketakutan saya melihat jarum suntik yang bahkan ukuranya
seperti sedotan es cendol itu.
Ketakutan itu rupanya
berlanjut sampai umur saya sudah kepala 2. Kalau cuman sebatas test darah aja
sih berani, tapi kalau sudah donor darah tidak dulu sepertinya karena beban
mental yg teramat dalam haha. Tetapi, ketakutan itu malah membuat saya makin
penasaran bagaimana sih sebenarnya donor darah itu ? apalagi seringnya
mendengar cerita dari kawan – kawan bahwa banyak manfaat kita ambil dari donor
darah itu.
Contohnya begini, darah
itu diibaratkan oli mesin. Bayangkan jikalau oli mesin itu didiamkan begitu
lama tidak pernah dikeluarkan dan diganti apa yg terjadi ? oli akan berubah
warna menjadi hitam pekat dan kotor (hiiiii) nah seperti itu lah juga dengan
darah di tubuh kita. Nah mendengar hal yg demikian makin kuat lah kemauan saya
untuk donor darah.
Pernah suatu hari saya
bulat tekad untuk donor darah lalu saya berangkat menuju PMI. Namun ketika
sudah berada didepan saya mulai ragu ragu lagi. Lagi lagi saya teringat akan jarum
nya yang masyaAllah itu. Untuk yg kesekian kalinya sayapun gagal kembali untuk
mendonorkan darah. Perasaan saat itu campur aduk. Disamping merasa keselamatan
saya aman, tapi juga saya merasa kecewa dengan diri saya sendiri. “ini untuk
kemanusiaan, banyak orang diluar sana yg butuh darah mu, kok takut?” gitu kira
kira ucap hati saya.
Dorongan untuk
mendonorkan darah itu makin kuat ketika seringnya saya membaca BC lewat BBM
dimana banyak sekali orang – orang yg membutuhkan darah, khususnya AB yang
sesuai dengan golongan darah saya. Perasaan membantu itu sangat kuat sekali
tapi rasa takut itu juga tidak kalah kuatnya. Maka dengan terpaksa saya
urungkan kembali niat untuk membantu orang lain. Kecewa lagi...
Nah tepat pada tanggal 23
Maret 2017 saya sukses mengukir tinta sejarah di jejak kehidupan saya. Pada
tanggal itu saya benar – benar sukses mendonorkan darah saya (Alhamdulillah
terimakasih Ya Allah T,T). Malam sebelum donor, pas futsal, saya coba tanya –
tanya kepada teman yang sudah sering donor darah. Dia mengatakan bagus kalau
kamu mau donor darah karena banyak manfaat yg aka didapatkan, khsususnya
penyakit jarang datang katanya. Makin kuat lah niat saya mendengar hal
demikian. Lalu malam itu saya bulatkan tekad bahwa besok saya benar – benar harus
donor darah.
Tibalaah hari yang
dinanti – nantikan. Saya berangkat ke PMI dengan do’a dan restu orang tua. Ketika sampai di TKP langsung saya mengambil nomer antrian dan mencoba
ngobrol – ngobrol sedikit sama petugasnya yang sepertinya tidak asing. Karena
dulu waktu MAN saya pernah ikut PMR dan beliau lah yg menjadi pembinanya. Saya
ngobrol dengan beliau, beliau cerita bahwa beliau sudah donor darah sebanyak
54x (Oh My God!) kalau dihitung hitung berarti sudah 13 tahun lebih beliau
menjadi pendonor tetap. Memang kata beliau banyak manfaat kalau donor darah
ini. Saya kata beliau dari dulu sampai sekarang tidak pernah menemui penyakit
yang aneh – aneh, paling parah itu cuman sakit kepala aja karena kecapekan
sepulang kerja katanya. Bagus kalau kamu mau donor darah, karena banyak anak –
anak muda sekarang yg enggan donor darah karena berbagai alasan. Padahal
jikalau mereka tahu manfaatnya mungkin tiap hari berbondong – bondong mereka
datang. Obrolan pun terus berlanjut, intinya beliau banyak memberikan
semangat kepada saya terlebih ketika tahu bahwa saya baru pertama kali donor.
Pokoknya beliau kaya mario teguh gitu, disamping tujuan saya yaitu mencari
tambahan semangat dari orang lain hahahaha
Setelah itu tibalah giliran saya, sebelum masuk ke ruang donor saya terlebih dahulu diperiksa tensi oleh petugasnya. Setelah di tensi dan hasilnya normal petugas nampak bingung melihat raut muka saya yang seperti kurang tidur, kecapekan, lemah, letih, lesu wkw padahal tensi dan HB normal saja. Lalu kata saya, donor darah ini baru pertama kali saya lakukan di hidup saya bu, lalu si ibu menjawab panjang “ohhhhhhhhhhh” sambil ketawa.
Nah setelah di tensi saya
langsung masuk ruangan donor. Ruangan donornya sangat-sangat nyaman dan sejuk.
Juga dilengakapi dengan tv lcd yang bisa menjadi hiburan penghilang stresss. Saya disuruh duduk di kursi sofa yang mana alas kakinya bisa
dinaik turunkan. Nah bagaimana gambaran suasana hati saya saat duduk disofa itu
bisa dibayangkan sendiri – sendiri. Saya disuruh rileks dan disuruh milih
tangan kanan atau kiri. Saya jawab tangan kanan. Dan kemudian saya disuruh
membuka tangan kanan saya dan mengepal erat. Itu dilakukan untuk memperlihatkan
urat nya yg akan di suntikan jarum. Beberapa kali petugas menggosok gosokkan
kapas ke lengan saya, dan akhirnya uratnya pun dapat. Kata petugasnya “mas
tarik nafas” lalu saya trik nafas dan.. nyessssss...... jarum pun masuk ke urat
saya, dan seketika darah pun turun dengan kencang nya ke kantong darah.
Bagaimana rasanya ? jujur ya, biar tidak ada dusta diantara kita. Memang rasanya cukup sakit, tetapi hanya pas jarum masuk aja. Setelah proses pentransferan darah sakitnya tidak begitu terasa. Asal jangan fokus kepada jarum yang masuk itu, usahakan fokus kita teralihkan dengan membaca, nonton tv, atau ngobrol dengan petugasnya. Pada saat itu, saya banyak ngobrol dengan petugasnya jadi sakit nya tidak terasa. Bahkan tidak ada rasa sakitpun.
Setelah kira kira 15
menit, saya disuruh tarik nafas lagi yang dalam oleh petugasnya. Lalu jarum
dilepas dan nyesssss. Nah pada saat ini, sakit nya terasa sedikit tapi tidak sesakit saat pertama kali jarum dimasukkan. Sebelum
saya bangun dari tempat duduk tangan bekas jarum masuk tadi ditutup petugas
dengan kapas dan saya diingatkan jikalau ingin donor lagi datang 3 bulan setelah
ini. Loh kenapa begitu mbak kata saya. Karena darah merah terbentuk tiap 75
hari sekali, jadi tidak diijinkan donor darah sebelum darah merahnya terbentuk
lagi seperti semula. Ohhh begitu kata saya. Lalu ketika pulang sebagai kenang
kenangan saya diberikan bingkisan berupa biskuit, teh botol dan air gelas.
Direkomendasikan oleh petugasnya bahwa perbanyak minum air putih sebagai
penangkal agar tidak dehidrasi setelah donor darah. Setelah berpamitan saya pun
pulang dengan hati yang sangat – sangat lega.
Tidak terbayangkan oleh
saya akhirnya saya bisa menaklukan ketakutan saya sendiri untuk berbuat
kebaikan buat orang lain. Sungguh, rasanya itu tidak bisa dilukiskan oleh
apapun. 20 tahun saya menyimpan rasa kecewa, ketakutan sekaligus penasaran saya
ini akhirnya terbayarkan hahahaha sekarang saya puas, benar – benar puas.
Ada beberapa alasan kuat
saya mengaa saya ingin donor darah selain karena tuntutan keturunan. Pertama,
saya adalah seorang pemuda yang mungkin beberapa tahun lagi masuk dalam usia
dewasa. Namun saya merasa selama ini saya belum mampu melakukan sesuatu untuk
orang lain. Lalu saya berfikir apa yang bisa saya lakukan agar hidup saya ini
bermanfaat dan saya mampu untuk melakukan sesuatu untuk orang lain. Dan munculah
ide untuk donor darah ini. Bagi saya, donor darah ini tidak hanya bermanfaat
bagi diri saya sendiri, tapi juga sangat bermanfaat untuk orang lain. Jangan
salah, satu kantong darah yang kita donorkan, mungkin bisa menyelamatkan hidup
1 bahkan sampai 10 orang. Nah dari sinilah tekad saya untuk mendonorkan darah
itu benar – benar bulat. Dan akhirnya dengan ini saya nyatakan bahwa saya telah
menjadi manusia yang bebas seutuhnya atas rasa takut saya sendiri dan 3 bulan
lagi saya akan datang kembali dengan senyum yang terpampang lebar. hehehe
Nih sebagai barang buktinya saya sertakan foto terkait, juga sebagai lambang kebanggaan saya hahaha


