Donor Darah is My Life!


Ketakutan adalah sesuatu yang dapat membuat seseorang susah untuk bergerak maju. Ketakutan juga mampu membuat seseorang untuk enggan berbuat baik. Hal ini kiranya menjadi kalimat yang pas untuk menggambarkan apa yang saya rasakan.

Bermula dari cerita mama saya tentang betapa pemberani dan mulia nya abah saya dulu ketika amasih hidup. Beliau memiliki jadwal rutin tiap 3 bulan sekali untuk mendonorkan darahnya. Haha. Ya, memang waktu saya kecil saya ingat sering diajak abah untuk pergi ke PMI mendonorkan darahnya. Namun saya menemani beliau hanya sebatas ruang tunggu saja, tidak berani masuk kedalam ruang donor karena sudah bisa diperkirakan kenapa ? ya karena ketakutan saya melihat jarum suntik yang bahkan ukuranya seperti sedotan es cendol itu.

Ketakutan itu rupanya berlanjut sampai umur saya sudah kepala 2. Kalau cuman sebatas test darah aja sih berani, tapi kalau sudah donor darah tidak dulu sepertinya karena beban mental yg teramat dalam haha. Tetapi, ketakutan itu malah membuat saya makin penasaran bagaimana sih sebenarnya donor darah itu ? apalagi seringnya mendengar cerita dari kawan – kawan bahwa banyak manfaat kita ambil dari donor darah itu.

Contohnya begini, darah itu diibaratkan oli mesin. Bayangkan jikalau oli mesin itu didiamkan begitu lama tidak pernah dikeluarkan dan diganti apa yg terjadi ? oli akan berubah warna menjadi hitam pekat dan kotor (hiiiii) nah seperti itu lah juga dengan darah di tubuh kita. Nah mendengar hal yg demikian makin kuat lah kemauan saya untuk donor darah.

Pernah suatu hari saya bulat tekad untuk donor darah lalu saya berangkat menuju PMI. Namun ketika sudah berada didepan saya mulai ragu ragu lagi. Lagi lagi saya teringat akan jarum nya yang masyaAllah itu. Untuk yg kesekian kalinya sayapun gagal kembali untuk mendonorkan darah. Perasaan saat itu campur aduk. Disamping merasa keselamatan saya aman, tapi juga saya merasa kecewa dengan diri saya sendiri. “ini untuk kemanusiaan, banyak orang diluar sana yg butuh darah mu, kok takut?” gitu kira kira ucap hati saya.

Dorongan untuk mendonorkan darah itu makin kuat ketika seringnya saya membaca BC lewat BBM dimana banyak sekali orang – orang yg membutuhkan darah, khususnya AB yang sesuai dengan golongan darah saya. Perasaan membantu itu sangat kuat sekali tapi rasa takut itu juga tidak kalah kuatnya. Maka dengan terpaksa saya urungkan kembali niat untuk membantu orang lain. Kecewa lagi...

Nah tepat pada tanggal 23 Maret 2017 saya sukses mengukir tinta sejarah di jejak kehidupan saya. Pada tanggal itu saya benar – benar sukses mendonorkan darah saya (Alhamdulillah terimakasih Ya Allah T,T). Malam sebelum donor, pas futsal, saya coba tanya – tanya kepada teman yang sudah sering donor darah. Dia mengatakan bagus kalau kamu mau donor darah karena banyak manfaat yg aka didapatkan, khsususnya penyakit jarang datang katanya. Makin kuat lah niat saya mendengar hal demikian. Lalu malam itu saya bulatkan tekad bahwa besok saya benar – benar harus donor darah.

Tibalaah hari yang dinanti – nantikan. Saya berangkat ke PMI dengan do’a dan restu orang tua. Ketika sampai di TKP langsung saya mengambil nomer antrian dan mencoba ngobrol – ngobrol sedikit sama petugasnya yang sepertinya tidak asing. Karena dulu waktu MAN saya pernah ikut PMR dan beliau lah yg menjadi pembinanya. Saya ngobrol dengan beliau, beliau cerita bahwa beliau sudah donor darah sebanyak 54x (Oh My God!) kalau dihitung hitung berarti sudah 13 tahun lebih beliau menjadi pendonor tetap. Memang kata beliau banyak manfaat kalau donor darah ini. Saya kata beliau dari dulu sampai sekarang tidak pernah menemui penyakit yang aneh – aneh, paling parah itu cuman sakit kepala aja karena kecapekan sepulang kerja katanya. Bagus kalau kamu mau donor darah, karena banyak anak – anak muda sekarang yg enggan donor darah karena berbagai alasan. Padahal jikalau mereka tahu manfaatnya mungkin tiap hari berbondong – bondong mereka datang. Obrolan pun terus berlanjut, intinya beliau banyak memberikan semangat kepada saya terlebih ketika tahu bahwa saya baru pertama kali donor. Pokoknya beliau kaya mario teguh gitu, disamping tujuan saya yaitu mencari tambahan semangat dari orang lain hahahaha

Setelah itu tibalah giliran saya, sebelum masuk ke ruang donor saya terlebih dahulu diperiksa tensi oleh petugasnya. Setelah di tensi dan hasilnya normal petugas nampak bingung melihat raut muka saya yang seperti kurang tidur, kecapekan, lemah, letih, lesu wkw padahal tensi dan HB normal saja. Lalu kata saya, donor darah ini baru pertama kali saya lakukan di hidup saya bu, lalu si ibu menjawab panjang “ohhhhhhhhhhh” sambil ketawa.

Nah setelah di tensi saya langsung masuk ruangan donor. Ruangan donornya sangat-sangat nyaman dan sejuk. Juga dilengakapi dengan tv lcd yang bisa menjadi hiburan penghilang stresss. Saya disuruh duduk di kursi sofa yang mana alas kakinya bisa dinaik turunkan. Nah bagaimana gambaran suasana hati saya saat duduk disofa itu bisa dibayangkan sendiri – sendiri. Saya disuruh rileks dan disuruh milih tangan kanan atau kiri. Saya jawab tangan kanan. Dan kemudian saya disuruh membuka tangan kanan saya dan mengepal erat. Itu dilakukan untuk memperlihatkan urat nya yg akan di suntikan jarum. Beberapa kali petugas menggosok gosokkan kapas ke lengan saya, dan akhirnya uratnya pun dapat. Kata petugasnya “mas tarik nafas” lalu saya trik nafas dan.. nyessssss...... jarum pun masuk ke urat saya, dan seketika darah pun turun dengan kencang nya ke kantong darah.

Bagaimana rasanya ? jujur ya, biar tidak ada dusta diantara kita. Memang rasanya cukup sakit, tetapi hanya pas jarum masuk aja. Setelah proses pentransferan darah sakitnya tidak begitu terasa. Asal jangan fokus kepada jarum yang masuk itu, usahakan fokus kita teralihkan dengan membaca, nonton tv, atau ngobrol dengan petugasnya. Pada saat itu, saya banyak ngobrol dengan petugasnya jadi sakit nya tidak terasa. Bahkan tidak ada rasa sakitpun.

Setelah kira kira 15 menit, saya disuruh tarik nafas lagi yang dalam oleh petugasnya. Lalu jarum dilepas dan nyesssss. Nah pada saat ini, sakit nya terasa sedikit tapi tidak sesakit saat pertama kali jarum dimasukkan. Sebelum saya bangun dari tempat duduk tangan bekas jarum masuk tadi ditutup petugas dengan kapas dan saya diingatkan jikalau ingin donor lagi datang 3 bulan setelah ini. Loh kenapa begitu mbak kata saya. Karena darah merah terbentuk tiap 75 hari sekali, jadi tidak diijinkan donor darah sebelum darah merahnya terbentuk lagi seperti semula. Ohhh begitu kata saya. Lalu ketika pulang sebagai kenang kenangan saya diberikan bingkisan berupa biskuit, teh botol dan air gelas. Direkomendasikan oleh petugasnya bahwa perbanyak minum air putih sebagai penangkal agar tidak dehidrasi setelah donor darah. Setelah berpamitan saya pun pulang dengan hati yang sangat – sangat lega.

Tidak terbayangkan oleh saya akhirnya saya bisa menaklukan ketakutan saya sendiri untuk berbuat kebaikan buat orang lain. Sungguh, rasanya itu tidak bisa dilukiskan oleh apapun. 20 tahun saya menyimpan rasa kecewa, ketakutan sekaligus penasaran saya ini akhirnya terbayarkan hahahaha sekarang saya puas, benar – benar puas.

Ada beberapa alasan kuat saya mengaa saya ingin donor darah selain karena tuntutan keturunan. Pertama, saya adalah seorang pemuda yang mungkin beberapa tahun lagi masuk dalam usia dewasa. Namun saya merasa selama ini saya belum mampu melakukan sesuatu untuk orang lain. Lalu saya berfikir apa yang bisa saya lakukan agar hidup saya ini bermanfaat dan saya mampu untuk melakukan sesuatu untuk orang lain. Dan munculah ide untuk donor darah ini. Bagi saya, donor darah ini tidak hanya bermanfaat bagi diri saya sendiri, tapi juga sangat bermanfaat untuk orang lain. Jangan salah, satu kantong darah yang kita donorkan, mungkin bisa menyelamatkan hidup 1 bahkan sampai 10 orang. Nah dari sinilah tekad saya untuk mendonorkan darah itu benar – benar bulat. Dan akhirnya dengan ini saya nyatakan bahwa saya telah menjadi manusia yang bebas seutuhnya atas rasa takut saya sendiri dan 3 bulan lagi saya akan datang kembali dengan senyum yang terpampang lebar. hehehe  

Nih sebagai barang buktinya saya sertakan foto terkait, juga sebagai lambang kebanggaan saya hahaha 



No comments:

Post a Comment