Waspada keturunan Abdurrahman Bin Muljam


Suatu ketika, Sayyidina Ali didemo secara pribadi oleh seorang rakyatnya.
"Dulu, di zaman Abu Bakar, Umar dan Utsman (radliyAllahu anhum) kondisi negara stabil. Kini, di era engkau menjadi pemimpin, kondisinya tidak stabil." Ada protes terselubung dalam statemen rakyat ini. Sayyidina Ali tersenyum.
"Pada masa beliau bertiga itu," kata Ali, "yang dipimpin adalah orang-orang macam aku, sedangkan sekarang ini yang kupimpin adalah orang-orang macam kamu!!”

Memang, selain dikelilingi sahabatnya yang loyal, Sayyidina Ali juga dikerubuti orang-orang aneh ; sekelompok orang dengan jalan pikiran ekstrem. Memiliki semboyan La Hukma Illa Lillah, puasa di siang hari, ibadah di malam hari, hafal al-Qur'an, dan banyak ibadah lain nya yang jarang orang awam seperti kita mampu melakukan nya.

Namun, dengan segala predikat islam taat seperti diatas tak lantas membuat sekelompok orang mampu berfikir jernih. Kefanatikan yang terlalu dalam membuat mereka menjadi buta akal dan hati. Karena dari orang - orang inilah Sayyidinna Ali wafat terhunus pedang tepat menjelang saat shalat Shubuh. Siapa pelakunya ? yaitu dia yang bernama Abdurrahman bin Muljam. Berasal dari kelompok islam yang memiliki semboyan La Hukma Illa Lillah, puasa di siang hari, ibadah di malam hari, hafal al-Qur'an, dan banyak ritual ibadah lain nya.

Makanya, jangan heran jikalau zaman sekarang muncul fenomena kelompok ISIS, Al-Qaeda, Wahabi dsb. Karena sejak dulu, orang - orang dengan tipe seperti ini sudah ada. Mereka rata - rata berasal dari islam yang taat namun sangat suka sekali mengkafirkan, mem bid'ahkan, membom bahkan memerangi orang yang diluar pemahamanya. Untuk itu jangan sampai sang keturunan - keturunan Abdurrahman Bin Muljam ini masuk ke negara kita tercinta caranya dengan aktif menyebarluaskan Islam Nusantara yang ramah, toleran dan pastinya Rahmatan lil 'Alamin kepada seluruh lapisan masyarakat.
#Turnbackradikalisme
#Turnbackterorisme
#Turnbackintoleransi

No comments:

Post a Comment