Setiap problem pasti ada penyelesaianya, dan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Begitu juga dengan cara mendidik anak (tentu bagi yang udah punya yaa) hehe.
Anak bagaikan sebuah lokomotif berjalan, kita dituntut untuk terus mendampingi nya dan menjadi masinis yang handal agar jalan nya anak kita tidak melalui hambatan dan sampai ditujuan dengan aman dan selamat.
Anak merupakan bibit unggul yang dikirim Tuhan kepada kita. Cara kita merawat, menyiram dan memupuk lah yang akan mempengaruhi masa depan nya kelak. Jika anak kita ditakdirkan menjadi bibit jeruk, maka tentu kita harus merawat mereka dengan perawatan ala pohon jeruk. Jika anak kita ditakdirkan menjadi bibit apel, maka tentu kita harus merawat mereka dengan perawatan ala pohon apel.
Namun, merawat anak tidak semudah yang kita kira. Butuh skill khusus untuk merawat mereka agar mereka bisa tumbuh menjadi bibit yang benar - benar unggul.
Berikut beberapa masalah yang sering dijumpai orang tua dalam merawat anak dan bagaimana cara menyelesaikan :
1. Jika
melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk
burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena
psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk. Jika dia masih menangis, maka berilah waktu dia menangis sepuasnya sambil katakan kepada dia "adik boleh saja menangis disini, kalau udah nangisnya bilang ke Ayah yaa sayang." Nah dititik ini, kesabaran anda benar - benar diuji. Ini berguna untuk mengajarkan kepada anak bahwa kadang - kadang keadaan bisa tidak sesuai dengan kehendaknya. Untuk itu sang anak harus diajarkan untuk menerima apapun yang dia dapatkan. Dan ingat, jangan sampai anda tergoda untuk mengalah karena jikalau anda mengalah maka anak anda akan terus melakukan hal yang sama : meminta setuatu dengan cara menangis. Hal ini tentu akan merepotkan anda dan juga anak anda di masa depan nantinya.
2. Jika
ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata : “Ayo, sudah mainnya, stop
sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian
ingatkan kembali : “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan : “Ayo, waktu
main sudah habis”. Dan mereka akan berhenti bermain. Hal ini sangat efektif untuk mengajarkan komitmen kepada anak. Diharapkan sang anak kelak waktu dia dewasa nanti dia akan menjadi orang yang jujur, dapat dipercaya dan dapat diandalkan.
3. Jika
engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka
berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah:
“Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah
seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain,
dan semuanya akan diam.
4. Katakan
kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita
sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata:
“Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena
perhatiannya adalah dunia. Biasakan kepada mereka untuk melakukan apapun berlandaskan ibadah kepada Allah SWT. Ini bertujuan untuk mendidik anak anda agar menjadi pribadi yang kuat spiritual dan mental. Karena yang dituju bukan dunia, tetapi akhirat.
5. Nikmati
masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan
kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah
bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah
anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan
sambil bermain. Jadwalkan weekend untuk menghabiskan waktu bersama anak anak, seperti : pergi ke museum, mengunjungi kakek - neneknya, memancing dan segala macam bentuk kegiatan bermanfaat lainnya.
6.
Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang
menelpon, katakan: “Maaf, saat ini aku sedang sibuk mendampingi
anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya
kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala
sesuatu dan menguasai pendidikan anak.
7. Selain
itu, yang paling penting jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi
perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.
No comments:
Post a Comment