Surat cinta untuk yang namanya perbedaan

Karena kamu dan aku, bersaudara. Tak ada tawar - menawar lagi. Usah kau acuhkan perbedaan yang ada diantara kita. Berbeda hanyalah konteks, namun dzahirnya kita sama. Senasib berjuang untuk merubah dunia menjadi lebih indah dan nyaman untuk ditinggali insan manusia.

Kemarilah wahai saudaraku, aku tidak pernah menutup diri kepadamu, kamu adalah saudaraku, jika kami bisa membuka diri dan berbicara cinta kepada nonmuslim dan atheis bagaimana mungkin kami tidak mencintaimu dan mengulurkan tangan kami kepadamu?



Kamu itu saudaraku, bahkan kami rela mati untukmu, iya kamu yang mengkafirkanku dan tidak menerima apa yang aku yakini sebagai kebenaran kamu masih saudaraku, jika suatu saat kalian dalam bahaya maka kami rela mengorbankan nyawa dan tenaga kami untukmu, bahkan allah akan menghukumku dihari kiamat kelak jika aku tidak mau melindungimu!!! Karena melindungimu kewajiban dari tuhan bagiku.

Mereka menuduh kalian sumbu pendek? Kalian Radikal? Kalian Teroris? Kami akan membela kalian!! Nabi kita dan junjungan kita mengatakan bahwa kita bagaikan satu tubuh, kami juga sakit jika kalian dikata-katain seperti itu. Tapi tubuh kita yang terluka ini tidak bisa bertahan lagi menahan tikaman pisaumu lebih dari ini, tolong kasihanilah kami dan kasihanilah diri kalian sendiri, kasihanilah tubuh kita ini. Aku dan kamu sama-sama dipersatukan "lailaha illah muhammad rasulullah?", apakah tidak cukup itu bagimu? Tidak masalah kamu berbeda denganku tentang tafsir rincinya, tapi tolong jangan keluarkan kami darinya karena kami tidak pernah dan tidak akan pernah mengeluarkanmu darinya.

Jika ada dari saf kami yang melakukannya, katakan pada kami, biar kami menasehatinya, kami tidak akan menerima ini. Kami tidak bisa menerima kalian dibodoh-bodohi, dianggap sumbu pendek, dihina-hina, disatir kiri kanan, hati ini sakit ketika kami mendengar itu, mata ini menangis saat kalian diperlakukan seperti itu, karena kalian adalah saudara kami
Ketika tuhan menyuruh kami menyebarkan cinta dan dakwah dengan bahasa yang baik dan cara lembut itu tidak hanya berlaku pada atheis, nonmuslim, yang beda aqidah, yang bermaksiat, tapi juga pada kalian yang mengkafirkan kami, dakwah nabi kita dengan hikmah dan mauizah hasanah tidak hanya untuk kalangan terbatas, tapi untuk seluruh manusia, termasuk pada firaun, pada saya, dan pada kalian, kami tidak akan memilih-milih.



#alanu #nahdlatululama
https://www.instagram.com/p/BOM_A9jBILu/

No comments:

Post a Comment